<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Abu Fatah Blogs - Salafy Manhajku, Islam Agamaku</title>
	<atom:link href="http://abufatah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abufatah.wordpress.com</link>
	<description>Salafy Akan Jaya Sepanjang Zaman</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jul 2007 12:03:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abufatah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Abu Fatah Blogs - Salafy Manhajku, Islam Agamaku</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abufatah.wordpress.com/osd.xml" title="Abu Fatah Blogs - Salafy Manhajku, Islam Agamaku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abufatah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Shalat jenasah dikuburan</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/19/shalat-jenasah-dikuburan/</link>
		<comments>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/19/shalat-jenasah-dikuburan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 08:33:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Atsary]]></category>
		<category><![CDATA[As-Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[As-Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[As-Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[As-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Darus Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Darus Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Darus Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Darus Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaji Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaji Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaji Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[NgajiSalaf.Net]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf Online]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi Online]]></category>
		<category><![CDATA[Salafiyun]]></category>
		<category><![CDATA[Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Salafy Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Salafy Online]]></category>
		<category><![CDATA[Salafyon]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Sunni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatah.wordpress.com/2007/07/12/shalat-jenasah-dikuburan/</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji hanya untuk Allah Azza wa Jalla. kita memujinya, dan mememohon pertolongan kepadanya dan memohon ampunan kepadanya. kami beraksi tidak ada Sesembahan yang haq disembah selain Allah, dan Muhammad shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam adalah benar-benar utusannya. shalawat serta salam semoga selalu tercurahan kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, Shahabatnya dan para pengikutnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=81&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Segala puji hanya untuk Allah Azza wa Jalla. kita memujinya, dan mememohon pertolongan kepadanya dan memohon ampunan kepadanya. kami beraksi tidak ada Sesembahan yang haq disembah selain Allah, dan Muhammad shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam adalah benar-benar utusannya. shalawat serta salam semoga selalu tercurahan kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, Shahabatnya dan para pengikutnya hingga hari kiamat.<br />
<span id="more-81"></span>Allah berfirman <strong>Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah dengan sebenar-benarnya Taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan islam.</strong></p>
<p>Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulallah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan adalah bid&#8221;ah dan setiap bid&#8217;ah adalah sesat dan setiap keseatan tempatnya di neraka.</p>
<p>Bid&#8221;ah adalah perkara yang sangat besar dalam agama ini sampai-sampai Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam berbuat sesuatu ibadah agar tidak masuk ke dalam jurang kebid&#8217;ahan. karena sungguh syaithan lebih menyenangi kebid&#8217;ahan dari pada dosa besar sekalipun. karena orang yang berbuat dosa besar mengetahui kalau dia melakukan dosa besar dan sangat mungkin dia setelah melakukannya kemudian bertobat. akan tetapi orang yang berbuat bid&#8217;ah akan menganggap hal dilakukannya ialah berasal dari agama dan sulit sekali bila ia tidak disadarkan untuk kembali kepada kebenaran dan meninggalkan bid&#8217;ah tersebut.</p>
<p>Menanggapi pernyataan dari al-akh saguh (di buku tamu) bahwasannya antum telah menganggap shalat dikuburan adalah bid&#8217;ah. dan itu adalah benar adanya banyak sekali hadits-hadits yang melarang kita untuk melakukan shalat yang dikuburan. akan tetapi yang dimaksud diperbolehkannya shalat dikuburan apabila seseorang belum menyolatkan mayit dan dia berkeinginan untuk menyolatkannya. dan <strong>shalat yang dilakukannya ialah shalat jenasah, bukan shalat sunat lainnya</strong>.yaitu shalat yang hanya dilakukan dengan 4 takbir tanpa ruku&#8217; dan tanpa sujud.</p>
<p>Kami bawakan beberapa hadits yang insya Allah bisa menjadi dasar atas tulisan ini</p>
<p>pertama : <strong>dari ibnu Abbas Radiallahu &#8216;anhu katanya Ada seseorang meninggal, yang Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam pernah mengunjunginya waktu ia sakit. Dia meninggal malam hari, dan dikuburkan malam hari itu juga. tatkala hari telah subuh, mereka (para shahabat) mengabarkan pada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam. Rasulullah bertanya,mengapa tidak diberitahukan kepadaku sebelum ini? jawab mereka kami tidak suka memberitahukannya, karena hari sudah malam dan gelap, kami khawatir akan menyulitkanmu (rasulullah).</strong> lalu beliau pergi kekuburnya dan shalat atas orang yang meninggal itu(Shahih HR. Bukhari dalam shahihnya jilid 2 bab jenasah hadits no. 654).</p>
<p>kedua : <strong>Dari Abdullah ibnu Abbas r.a. berkata,Rasulullah lewat dekat kuburan yang baru semalam dikuburkan. lalu beliau bertanya : kapan mayat ini dikuburkan.? jawab mereka :semalam. beliau berkata mengapa tidak diberitahukan kepadaku? jawab mereka kami kuburkan dia tengah malam, hari sangat gelap. karena itu kami tidak mau membangukanmu. nabi shallallahu &#8216;Alaihi wa Sallam berdiri dan kami berbaris dibelakangnya untukl shalat. kata ibnu Abbas dan aku bersama mereka dan sholat bersama mereka.</strong> (HR bukhari dalam kitab shahihnya juz 2 bab jenasah no. 688).</p>
<p>ketiga : <strong>dari abu Hurairah r.a. tentang kisah seorang wanita yang pekerjaanya menyapu mesjid, lalu beliau Shallallahu &#8216;alaihi wasallam menanyakannya dan dijawab oleh mereka semua dia telah emninggal dunia, kemudian beliau bersabda Kenapa kalian tidak memberitahukannya kepadaku? seolah-olah dianggap remeh oleh mereka tentang masalah ini.lalu sabdanya coba kalian tunjukkan kuburnya kepadaku! maka segeralah mereka menunjukkannya dan beliau mensholatinya.</strong>(bulughul maram bab tentang jenasah hadits no. 577). muslim dalam tambahannya :&#8230;.lalu beliau bersabda Kubur ini semula penuh kegelapan bagi penghuninya, tapi berubah, diterangi oleh Allah berkat shalatku untuk mereka.(HR.Bukhari,muslim,abu daud,ibnu majah, al-baihaqi, ath-thayalusi dan ahmad)</p>
<p>dan masih ada beberapa hadits lagi yang menjelaskan tentang hal shalat jenasah dikuburan ini. silahkan dilihat pada tuntunan lengkap mengurus jenasah bab perihal shalat jenasah oleh Syaikh Albani. halaman 92-95.<br />
dan syaikh albani memberikan keterangan Semestinya mayat dishalati sebelum dikubur, atau bila sebagian menshalati sedang sebagian yang lain belum menshalatinya, maka menshalatinya setelah dikubur. Akan tetapi dengan persyaratan sang imam tidak termasuk kelompok yang telah menshalati sebelum dikubur.</p>
<p>sekian. mudah-mudahan ini dapat menjawab pernyataan dari al-akh saguh. yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datangnya dari syaithan dan karena kejahilan kami tentang ilmu. dan kami memohon ampunan kepada Allah Azza wa Jalla.<br />
Allahu A&#8217;lam</p>
<p>Maraji&#8217;<br />
1. Shahih bukhari jilid 2 bab jenasah al-Imam Al-Bukahri<br />
2. Bulughul maram bab jenasah al-Imam Ibnu Hajar al-Ashqolani<br />
3. Tuntunan lengkap mengurus jenasah Al-Imam Al-Albani</p>
<p><a href="http://www.mediamuslim.info"></a><a href="http://arsipmoslem.wordpress.com"></a></p>
<p><a href="http://arsipmoslem.wordpress.com"> </a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufatah.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufatah.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatah.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=81&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/19/shalat-jenasah-dikuburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51174ba293f6d48c83acea466f33d723?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abufatah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Maulid Nabi</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/19/hukum-maulid-nabi/</link>
		<comments>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/19/hukum-maulid-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 08:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Atsary]]></category>
		<category><![CDATA[As-Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[As-Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[As-Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[As-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Darus Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Darus Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Darus Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Darus Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaji Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaji Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Ngaji Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[NgajiSalaf.Net]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf Online]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi Online]]></category>
		<category><![CDATA[Salafiyun]]></category>
		<category><![CDATA[Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Salafy Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Salafy Online]]></category>
		<category><![CDATA[Salafyon]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Sunni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatah.wordpress.com/2007/07/12/hukum-maulid-nabi/</guid>
		<description><![CDATA[Hari Senin, 12 Rabi&#8217;ul awwal 1422 H atau 4 Juni 2001 pada umumnya kalender yang terbitan (percetakan) Indonesia ditandai dengan warna merah&#8211;umumnya warna merah pada kalender ini banyak orang yang senang dibuatnya&#8211;yang menandakan telah terjadinya suatu peristiwa bersejarah. bagi kaum Muslimin peristiwa itu tidak asing lagi, yakni hari dan bulan dilahirkannya seorang yang terpilih, Rasulullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=79&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Hari Senin, 12 Rabi&#8217;ul awwal 1422 H atau 4 Juni 2001 pada umumnya kalender yang terbitan (percetakan) Indonesia ditandai dengan warna merah&#8211;umumnya warna merah pada kalender ini banyak orang yang senang dibuatnya&#8211;yang menandakan telah terjadinya suatu peristiwa bersejarah. bagi kaum Muslimin peristiwa itu tidak asing lagi, yakni hari dan bulan dilahirkannya seorang yang terpilih, Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam.<br />
<span id="more-79"></span>Terdapat banyak ungkapan/ekspresi dalam mensikapi hari bersejarah tersebut. ada yang biasa-biasa saja, sebagaimana mensikapi hari-hari lainnya, ada yang mempunyai perasaan tertentu, ada yang bergembira&#8211;mungkin karena hari itu libur&#8211;bahkan ada yang mengadakan semacam upacara ritual ibadah tertentu, &#8216; ala kulli hal semuanya tidak terlepas dari tiga sikap yakni sikap berlebih-lebihan, meremehkannya (dua sikap ghuluw di atas merupakan perangkap syetan, bagi syetan tidak perduli kemanakah manusia condongnya dampaknya akan sama saja) dan yang bersikap wasath &#8216;pertengahan&#8217;.</p>
<p>kita sebagai seorang muslim yang baik, salafiyun, tentunya mempunyai sikap dan pendirian yang berdasarkan tuntunan syari&#8217;at dalam suatu perkara, sehingga tidak terjebak dalam perangkap syetan itu ketika mensikapi suatu masalah. sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan&#8211;yang sesuai syar&#8217;i tentunya&#8211;atau orang istilahkan &#8216;moderat&#8217;.</p>
<p>Sebenarnya bagaimana sih tuntunan salaf dalam hal ini?, terutama yang kita soroti adalah mereka yang terjebak dalam sikap berlebih-lebihan dalam memperingati maulid Nabi shalallahu &#8221;alaihi wa sallam&#8211;yang dominan di kalangan kaum Muslimin Indonesia.</p>
<p>Jika kita melihat ke belakang, yakni pada jaman keemasannya Islam, pada jaman di mana Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam masih hidup, jamannya para shahabat ridhwanullah &#8216;alaihim jaami&#8217;an, atau jamannya para tabi&#8217;in atau juga jamannya para tabi&#8217;ut-tabi&#8217;in (itulah jaman keemasannya Islam, sebaik-baiknya jaman) maka tidak akan kita jumpai peringatan mengenai Maulid Nabi shalallahu &#8216;alaihi wa sallam semacam yang terjadi di negeri kita ini, apakah mereka lupa ataukah bagaimana&#8230;, sehingga tidak terdapat nukilan dari mereka mengenai peringatan maulid Nabi Muhammad shalallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>Sebenarnya, peringatan maulid Nabi shalallahu &#8216;alaihi wa sallam bagaimanapun bentuknya memang tidak ada tuntunannya dalam syari&#8217;at, tidak ada nash atau dalil yang mendukung perbuatan tersebut.</p>
<p>Tapi juga kan tidak ada nash atau dalil yang melarang untuk melakukan perbuatan tersebut jadi sah-sah saja, bahkan ini menunjukkan syi&#8217;ar islam, menunjukkan kecintaan kita kepada Rasulullah shalallahu &#8221;alaihi wa sallam, apakah anda ini tidak cinta pada Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam dengan melarang perbuatan kami ini Mungkin itu&#8211;dan semacamnya&#8211;bantahan (baca: syubhat) yang muncul ketika kita menjelaskan pada mereka tentang tidak adanya dalam syari&#8217;at Islam mengenai peringatan maulid Nabi shalallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>Jawabannya&#8230;, bahkan (harus) kita sangat mencintai beliau shalallahu &#8216;alaihi wa sallam, cinta kita kepada beliau shalallahu &#8216;alaihi wa sallam melebihi cinta kita kepada kedua orang tua kita, bahkan kepada diri kita sendiri, setiap nama beliau shalallahu &#8216;alaihi wa sallam disebut kita mengucapkan shalawat kepada beliau shalallahu &#8216;alaihi wa sallam kita mengerjakan sunnah-sunnah (tradisi, kebiasaan)nya yang tentunya dengan cara yang benar sesuai dengan syari&#8217;at, tidak ngawur atau mengarang sendiri lalu dicarikan pembenarannya lewat Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah yang dipaksakan.</p>
<p>Adalah keliru jika dikatakan tidak ada larangan dalam melakukan perbuatan tersebut, karena perbuatan tersebut termasuk ibadah, yang di mana ada suatu kaidah yang menyatakan Semua perbuatan &#8216;ibadah terlarang untuk dikerjakan hingga didapatkan dalil yang memerintahkannya, perlu diketahui kaidah ini tidak asal dibuat namun diambil dari Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah&#8211;kalau ada kesempatan akan dijelaskan insya&#8217; Allah.</p>
<p>Kesimpulannya perbuatan memperingati maulid Nabi shalallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah bid&#8217;ah, bukan termasuk dari syi&#8217;ar-syi&#8217;ar Islam, tidak ada tuntunannya dalam syari&#8217;at, sunnahnya kita hindari atau tinggalkan perbuatan tersebut. hendaknya kita mencukupkan diri dengan sunnah yang ada, sunnah-sunnah yang dikerjakan oleh Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa sallam dan para shahabat yang lurus lagi terbimbing</p>
<p>Kalau antum perhatikan maka mereka yang melakukan ritual tersebut&#8211;maulid Nabi Muhammad shalallahu &#8216;alaihi wa sallam&#8211;kebanyakan kualitas keislamannya kurang dari segi ilmu dan amal shaleh, bahkan banyak di antara mereka yang meninggalkan shalat berjama&#8217;ah di masjid&#8211;yang itu merupakan kewajiban bagi seorang laki-laki muslim&#8211;padahal itu adalah syi&#8217;ar-syi&#8217;ar Islam yang sangat jelas dan agung. tambahan pula maulid Nabi shalallahu &#8216;alaihi wa sallam mirip dengan natalnya orang nashara&#8211;memperingati kelahiran, padahal kita dilarang untuk tasyabbuh &#8216;menyerupai&#8217; mereka dan dianjurkan untuk menyelisihi mereka. masih banyak lagi bantahan mengenai peringatan ini yang kalau dijelaskan akan berlembar-lembar halaman, bagusnya antum baca buku di antaranya yang bagus yaitu Kitab Tauhid III tulisannya Syaikh Fauzan bin Al-Fauzan yang diterbitkan oleh penerbit Darul Haq.</p>
<p>Demikianlah sedikit catatan mengenai peringatan Maulid Nabi Muhammad shalallahu &#8216;alaihi wa sallam semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk memberi peringatan mengenai bid&#8217;ahnya peringatan Nabi Muhammad shalallahu &#8216;alaihi wa sallam kepada saudara antum untuk meninggalkannya yang mungkin begitu &#8216;bersemangat sekali&#8217; dalam menyongsong/mensikapi ritual ini dengan cara yang hikmah, lemah-lembut tentunya.</p>
<p>Dan berilah peringatan, sesungguhnya peringatan itu bermanfaat</p>
<p><a href="http://www.mediamuslim.info"></a><a href="http://arsipmoslem.wordpress.com"></a></p>
<p><a href="http://arsipmoslem.wordpress.com"> </a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufatah.wordpress.com/79/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufatah.wordpress.com/79/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatah.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=79&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/19/hukum-maulid-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51174ba293f6d48c83acea466f33d723?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abufatah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mereka Pencuri Berita Langit</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/mereka-pencuri-berita-langit/</link>
		<comments>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/mereka-pencuri-berita-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 08:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Darut Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Landasan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Pondasi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/mereka-pencuri-berita-langit/</guid>
		<description><![CDATA[&#8211; Mengapa ramalan dari tukang ramal, dukun, paranormal, atau tukang sihir terkadang sesuai dengan kenyataan? Ternyata ada yang mencuri berita dari langit. Mereka bekerjasama dengan syaithan dari bangsa jin yang berusaha menyadap berita yang terjadi dari langit. Alloh menciptakan langit berlapis-lapis dan bertingkat-tingkat. Alloh berfirman,  yang artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=49&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong> &#8211; </strong>Mengapa ramalan dari tukang ramal, dukun, paranormal, atau tukang sihir terkadang sesuai dengan kenyataan? Ternyata ada yang mencuri berita dari langit. Mereka bekerjasama dengan syaithan dari bangsa jin yang berusaha menyadap berita yang terjadi dari langit.</p>
<p align="justify">Alloh menciptakan langit berlapis-lapis dan bertingkat-tingkat. Alloh berfirman,  yang artinya: <em>“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang.” (QS Al Mulk: 3). </em><em>“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Alloh telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?” QS (Nuh: 15)<br />
</em><span id="more-49"></span><em>Tiap-tiap lapisan ada penghuninya sebagaimana halnya bumi. Alloh berfirman, yang artinya: <em>“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Alloh.” (QS Al Isra: 44)</em></em></p>
<p align="justify"><strong>BERITA LANGIT</strong><br />
Sebagaimana telah maklum bahwa sumber segala urusan adalah berasal dari Alloh. Dia berfirman,</p>
<p align="right"><strong>يُدَبِّرُ الأَمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاء رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ</strong></p>
<p align="justify"><em>“Alloh mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Rabbmu.” (QS Ar Ra’d: 2)</em></p>
<p align="justify">Jadi, Alloh mengatur segala urusan sesuai dengan kehendaknya. Alloh berfirman,</p>
<p align="right"><strong>إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئاً أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ</strong></p>
<p align="justify"><em>“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:”Jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS Yasin: 82)</em></p>
<p align="justify">Inilah yang disebut dengan berita langit. Apapun yang terjadi di alam semesta ini tidak lepas dari ilmu, kehendak, ciptaan dan takdir Alloh subhanahu wa ta’ala.</p>
<p align="right"><strong>يَسْأَلُهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ</strong></p>
<p align="justify"><em>“Semua yang ada di langit dan di bumi selalu minta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (QS Ar Rahman: 29)</em></p>
<p align="justify">Maksudnya Alloh senantiasa dalam keadaan menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rezeki, dan lain-lain.</p>
<p align="justify"><strong>FUNGSI BINTANG DI LANGIT<br />
</strong>Alloh menciptakan segala sesuatu tidak sia-sia. Semua mengandung hikmah. Alloh menjadikan bintang-bintang di langit selain sebagai hiasan dan penunjuk arah adalah untuk menjaga langit dari para pencuri beritanya. Alloh berfirman,</p>
<p align="right"><strong>إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ دُحُوراً وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ</strong></p>
<p align="justify"><em>“Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat (langit dunia) dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka, syaitan-syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.” (QS Ash Shaffat: 6-10)</em></p>
<p align="justify">Qotadah berkata, “Bintang-bintang diciptakan untuk 3 perkara; sebagai hiasan langit, alat pelempar syaithan-syaithan, dan penunjuk arah. Barangsiapa yang menafsirkan keberadaan bintang-bintang itu untuk selain dari 3 perkara tersebut maka dia telah salah dan menyia-nyiakan amalnya serta memberat-beratkan dirinya dengan sesuatu yang tidak ia ketahui. (HR. Al Bukhori)</p>
<p><strong>PENJAGAAN LANGIT<br />
</strong>Jin-jin itu berkata sebagaimana diceritakan Alloh,</p>
<p align="right"><strong>وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاء فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَساً شَدِيداً وَشُهُباً وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَن يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَاباً رَّصَداً</strong></p>
<p align="justify"><em>“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (Al Jin: 8-9)</em></p>
<p align="justify">Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, <em>“Apabila Alloh menetapkan perintah di atas langit, para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena patuh akan firman-Nya, seakan-akan firman (yang didengar) itu seperti gemerincing rantai besi (yang ditarik) di atas batu rata, hal itu memekakkan mereka (sehingga mereka jatuh pingsan karena ketakutan). Maka apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati mereka, mereka berkata: “Apakah yang difirmankan oleh Tuhanmu?”Mereka menjawab: “(Perkataan) yang benar. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ketika itulah, (syaitan-syaitan) penyadap berita (wahyu) mendengarnya. Keadaan penyadap berita itu seperti ini: sebagian mereka di atas sebagian yang lain -digambarkan Sufyan dengan telapak tangannya, dengan direnggangkan dan dibuka jari-jemarinya– maka ketika penyadap berita (yang di atas) mendengar kalimat (firman) itu, disampaikanlah kepada yang di bawahnya, kemudian disampaikan lagi kepada yang ada di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga disampaikan ke mulut tukang sihir atau tukang ramal. Akan tetapi kadangkala syaitan penyadap berita itu terkena syihab (panah api) sebelum sempat menyampaikan kalimat (firman) tersebut, dan kadang kala sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena syihab; dengan satu kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang ramal meIakukan seratus macam kebohongan. Mereka (yang mendatangi tukang sihir atau tukang ramal) mengatakan: “Bukankah dia telah memberitahu kita bahwa pada hari anu akan terjadi anu (dan itu terjadi benar)”, sehingga dipercayalah tukang sihir atau tukang ramal tersebut karena satu kalimat yang telah didengar dari Iangit. (HR. Al Bukhori)</em></p>
<p align="justify"><strong>ILMU GHOIB HANYA MILIK ALLAH <em>Ta&#8217;ala<br />
</em></strong>Akhirnya kita mengetahui bahwa ilmu para dukun dan konco-konconya hanyalah berasal dari syaithan, si pencuri berita langit. Sebelum sampai kepada para dukun, syaitan telah menambah kedustaan-kedustaan di dalamnya. Berita atau informasi yang ia sampaikan terkadang bisa benar dan lebih banyak salahnya. Ditambah lagi dengan berbagai macam bumbu-bumbu kebohongan oleh sang dukun, seperti pemenuhan syarat-syarat supaya lebih terkesan ‘meyakinkan’. Tapi anehnya masih banyak juga orang yang mendatangi dukun atau yang sejenisnya untuk bertanya perkara-perkara ghoib, yang dukun itu sendiri tidak mengetahuinya. Kalau kita mau berpikir sedikit kritis, siapakah yang mengabarkan kepada para dukun berita-berita seputar nasib seseorang, mencari barang yang hilang? Apakah Alloh mewahyukan kepadanya? Ataukah Jibril mendatanginya?</p>
<p align="right"><strong>قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ</strong></p>
<p align="justify"><em>“Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Alloh”, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” (QS An Naml: 65)</em></p>
<p align="justify"><strong>Mari Kita Renungkan!</strong><br />
Manusia mempunyai kecenderungan untuk menerima sesuatu yang bathil. Buktinya, bagaimana mereka bisa bersandar hanya kepada satu kebenaran saja yang diucapkan tukang ramal, tanpa memperhitungkan atau mempertimbangkan seratus kebohongan yang disampaikannya? Oleh karena itu serahkanlah segala urusan kepada pemiliknya. Segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Alloh. Jika kita ditimpa musibah kehilangan sesuatu yang amat kita cintai, maka jangan mendatangi para dukun apalagi paranormal. Tapi kembalikanlah kepada Alloh.</p>
<p><em>“Dan hanya kepada Alloh dikembalikan segala urusan.” (QS Al Baqoroh: 210).</em> Yakinlah, Alloh akan mengganti dengan yang lebih baik. Insya Alloh.
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufatah.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufatah.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatah.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=49&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/mereka-pencuri-berita-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51174ba293f6d48c83acea466f33d723?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abufatah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesyirikan Kini Lebih Parah Daripada Dahulu</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/kesyirikan-kini-lebih-parah-daripada-dahulu/</link>
		<comments>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/kesyirikan-kini-lebih-parah-daripada-dahulu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 08:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Darut Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Landasan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Pondasi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/kesyirikan-kini-lebih-parah-daripada-dahulu/</guid>
		<description><![CDATA[&#8211; Apabila kita membandingkan kesyirikan kaum musyrikin zaman dahulu dengan kesyirikan yang dilakukan manusia zaman sekarang dan bahkan banyak yang mengaku sebagai muslim, terlihat bahwa kesyirikan zaman sekarang lebih parah daripada kesyirikan kaum musyrikin zaman dahulu. Kaum Musyrikin dahulu tidak mempersekutukan Alloh dalam sifat Rububiyah-Nya. Mereka meyakini bahwa yang mengusai alam semesta ini, yang berkuasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=48&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong></strong><strong> &#8211; </strong><strong>Apabila kita membandingkan kesyirikan kaum musyrikin zaman dahulu dengan kesyirikan yang dilakukan manusia zaman sekarang dan bahkan banyak yang mengaku sebagai muslim, terlihat bahwa kesyirikan zaman sekarang lebih parah daripada kesyirikan kaum musyrikin zaman dahulu.</strong> Kaum Musyrikin dahulu tidak mempersekutukan Alloh dalam sifat Rububiyah-Nya. Mereka meyakini bahwa yang mengusai alam semesta ini, yang berkuasa atas segala sesuatu, yang mampu menolong mereka dari mara bahaya hanyalah Alloh ‘Azza wa Jalla semata tidak ada yang lainnya.<br />
<span id="more-48"></span>Alloh menceritakan perihal kaum musyrikin zaman dahulu di dalam firman-Nya, yang artinya:<em> “Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Alloh dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya, maka tatkala Alloh menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Alloh)”</em> (QS: Al-Ankabut: 65)</p>
<p align="justify">Asy-Syaikh As Sa’di mengatakan: “Kemudian Alloh menerangkan bagaimana tauhid kaum musyirikin tatkala mereka berada dalam mara bahaya dan ketakutan yang mencekam yakni ketika mereka berada di atas bahtera. Pada saat mereka ditimpa ombak yang besar ditengah lautan, mereka meninggalkan sesembahan mereka yang lain dan mereka hanya berdoa kepada Alloh semata (sebab mereka yakin bahwa yang hanya bisa menolong mereka pada saat itu adalah Alloh semata). Maka tatkala mara bahaya itu telah hilang dari mereka dan Alloh selamatkan mereka sehingga mereka sampai di daratan, maka tiba-tiba saja mereka kembali mempersekutukan Alloh dengan tandingan-tandingan, padahal tandingan tersebut mereka yakini tidaklah mampu menyelamatkan mereka” (Taisir Karimir Rohman)</p>
<p><strong>Kesyirikan Saat Ini</p>
<p></strong>Lalu bagaimanakah kondisi sebagian orang yang mengaku-ngaku merupakan bagian dari kaum muslimin sekarang. Diantara mereka ada yang meyakini bahwa ada penguasa lain di alam ini. Ada yang meyakini bahwa yang menguasai pantai laut selatan adalah Nyi Roro Kidul, yang menguasai (atau dalam bahasa mereka “<em>mbahu rekso</em>”) Gunung Merapi adalah mbah ini dan itu, yang menguasai jembatan ini, pohon ini dan yang menyuburkan pertanian adalah mbah anu dan lain sebagainya. Lalu diantara mereka ada pula yang apabila akan ditimpa kesusahan atau mara bahaya, tidak meminta tolong kepada Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> semata (sebagaimana kaum musyik dulu), namun malah datang kepada dukun-dukun, paranormal-paranormal, ataupun dengan istilah yang lebih unik yaitu Juru Kunci yang pada dasarnya mereka tersebut tidak berkuasa sedikitpun untuk menghindarkan mereka dari bahaya.</p>
<p>Mereka mendatanginya untuk meminta penolak bala, nasehat-nasehat penolak bala seperti membuat sesajen-sesajen dan ritual-ritual yang tidak ada dalam ajaran Islam. Bahkan kesyirikan tersebut diperparah dengan bungkusan-bungkusan “Islami”, seperti membacakan kertas-kertas atau buah-buahan atau sayur lodeh dan sesajian lainnya dengan ayat-ayat seperti ayat Al-Quran. <em>WAllohu ‘Alam, Na’udzu Billah</em>. Sehingga manusia yang tidak memiliki Tauhid dan Akal yang benar mengganggap kesyrikan tersebut sebagai Syariat Islam.</p>
<p>Bukankah ini lebih parah dibandingkan kaum musyrikin terdahulu? Maka semoga Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> memberi petunjuk kepada kita dan seluruh kaum muslimin</p>
<p><strong>Mintalah Hanya Kepada Alloh.</p>
<p></strong>Meminta perlindungan atau <em>isti’adzah</em> merupakan salah satu macam dari do’a, sehingga termasuk dalam ibadah. Sehingga didalamnya berlaku kaidah ibadah secara umum yaitu tidak boleh bagi siapapun juga untuk menujukan ibadah tersebut kepada selain Alloh <em>‘Azza wa Jalla.</em> Sehingga barang siapa yang meminta perlindungan kepada selain Alloh maka sungguh dia telah berbuat kesyirikan kepada Alloh. Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman yang artinya: <em>“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Alloh, maka janganlah kamu menyembah seorang pun didalamnya di samping (menyembah) Alloh”</em> (QS: Jin: 18)</p>
<p>Diantara contoh <em>isti’adzah </em>kepada selain Alloh adalah ruwatan, membunyikan klakson ketika melewati tempat angker dan permisi ketika melewati tempat angker serta contoh-contoh yang disebutkan diatas.</p>
<p><strong>Kandungan </strong><em><strong>Isti’adzah</p>
<p></strong></em>Dalam <em>isti’adzah </em>terkandung dua amalan, yakni <em>amalan zhohir dan amalan batin</em>. Amalan zhohirnya adalah ketika dia meminta perlindungan itu sendiri kepada yang lain bisa dengan sesama makhluk atau dengan sang kholiq, yakni agar terjaga dan terselamatkan dari kejelekan. Dan amalan bathinnya adalah berupa bersandarnya hati, tenangnya hati dan sikap pasrahnya menyerahkan hajatnya kepada orang atau siapa yang mampu melindunginya.</p>
<p>Maka apabila <em>isti’adzah </em>pada dua macam ini, yakni amalan zhohir dan amalan batin, maka tentulah <em>isti’adzah </em>ini harus ditujukan hanya kepada Alloh, tidak boleh kepada selain-Nya. Mengapa?</p>
<p>Karena didalamnya terkandung amalan hati, dimana berdasarkan ijma’ ulama tidaklah boleh bagi siapapun juga untuk ber-<em>tawajjuh</em> (menghadap), ber-<em>ta’alluq</em> (bergantung) dan menyandarkan hatinya kepada selain Alloh.</p>
<p>Namun apabila yang dimaksud dengan <em>isti’adzah</em> adalah hanya terbatas pada amalan zhohir saja, maka boleh ditujukan kepada selain Alloh (kepada makhluk). Dan perkara seperti ini tentu saja tidak kita ingkari. Terkadang seseorang meminta bantuan kepada saudaranya yang lain agar terhindar dari kejelekan atau marabahaya .Seperti seorang yang minta bantuan polisi dari ancaman pembunuhan atau lainnya. Maka hal seperti ini hukumnya mubah (boleh) namun dengan syarat berikut ini:</p>
<ol>
<li>
<p align="justify"><strong>Perkara tersebut adalah perkara yang mampu dilakukan oleh makhluk</strong>.<br />
Maka tidak boleh seseorang hamba meminta perlindungan dari bahaya badai dan gempa serta tsunami kepada Nyi Roro Kidul atau kepada makhluk yang lainnya, meminta perlindungan dari bahaya paceklik kepada dukun, kyai ataupun nabi sekalipun. Mengapa? Karena jelas-jelas perkara ini perkara yang sedikitpun tidak mereka kuasai.</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Orang yang dimintai tersebut masih hidup<br />
</strong>Maka tidak boleh meminta kepada orang-orang yang telah mati, meskipun dia seorang wali atau nabi sekalipun.</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Orang yang dimintai tidak dalam keadaan ghoib (terjadi komunikasi)<br />
</strong>Maka salah perbuatan orang-orang thoriqot atau kaum sufi yang mereka meminta kepada syaikh-syaikh thoriqotnya (yang tidak hadir) agar terhindar dari suatu bahaya.</li>
</ol>
<p align="justify">Dari ketiga syarat diatas, maka barang siapa yang ketika dalam <em>isti’adzahnya </em>kepada selain Alloh (kepada makhluk) itu tidak memenuhi ketiga syarat tersebut, maka sesungguhnya dia telah melakukan kesyirikan kepada Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> dalam hal <em>isti’adzah</em>.</p>
<p><strong>Ancaman Kepada Kesyirikan<br />
</strong><br />
Allah berfirman yang artinya: “<em>Sesungguhnya Alloh tidak mengampuni apabila dia dipersekutukan dan dia mengampuni dosa-dosa selainnya kepada siapa yang dikehendakinya</em>” (QS: An Nisa: 116). Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alahi wa sallam</em> bersabda: “<em>Barang siapa yang mati sedangkan dia membuat tandingan-tandingan untuk Alloh maka dia masuk neraka</em>” (HR: Bukhori)</p>
<p>Dalam kaitan dengan <em>isti’adzah</em> Alloh menceritakan yang artinya: <em>“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”</em> (QS: Al-Jin: 6). Dari ayat ini Alloh <em>‘Azza wa Jalla </em>menjelaskan bahwa orang-orang yang meminta perlindungan kepada selain Alloh, maka tidaklah dia akan mendapatkan suatu ketenangan, bahkan sebaliknya dia akan bertambah takut dan mendapatkan dosa.</p>
<p>(Dikutip dan diolah dari: Buletin <em>At-Tauhid </em>edisi 19 Sya’ban 1426 H)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufatah.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufatah.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatah.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=48&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/kesyirikan-kini-lebih-parah-daripada-dahulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51174ba293f6d48c83acea466f33d723?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abufatah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syariat Islam tentang Prediksi dan Prakiraan Cuaca BMG</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/syariat-islam-tentang-prediksi-dan-prakiraan-cuaca-bmg/</link>
		<comments>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/syariat-islam-tentang-prediksi-dan-prakiraan-cuaca-bmg/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 08:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Darut Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Landasan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Pondasi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/syariat-islam-tentang-prediksi-dan-prakiraan-cuaca-bmg/</guid>
		<description><![CDATA[&#8211; Prediksi dan perakiraan cuaca yang biasa dilakukan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika atau badan-badan lainnya yang sejenis bukanlah termasuk ilmu ghaib, tetapi hal itu merupakan penelitian ilmiah tentang keadaan cuaca, angin, awan dan sejenisnya. Penelitian ilmiah modern tentang masalah tersebut mengisyaratkan bahwa indikasi kebenaran cuaca bisa mencapai 90% apabila masih sehari atau dua hari, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=47&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong></strong><strong> &#8211; </strong><strong>Prediksi dan perakiraan cuaca yang biasa dilakukan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika atau badan-badan lainnya yang sejenis bukanlah termasuk ilmu ghaib, tetapi hal itu merupakan penelitian ilmiah tentang keadaan cuaca, angin, awan dan sejenisnya.</strong> Penelitian ilmiah modern tentang masalah tersebut mengisyaratkan bahwa indikasi kebenaran cuaca bisa mencapai 90% apabila masih sehari atau dua hari, namun apabila sudah mencapai lebih dari dua hari maka indikasi kebenarannya menurun seperti 60% untuk kebenaran prakiraan cuaca dalam waktu lima hari lagi.<br />
<span id="more-47"></span>Apabila masalahnya demikian, maka kita dapat memahami bahwa prakiraan tersebut hanya dapat diperoleh melalui hasil penelitian tentang seluk beluk cuaca. Contoh sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu apabila kita melihat awan di langit mendung gelap, gemuruh, petir menyambar, maka kita dapat memprediksikan bahwa itu pertanda hujan akan turun. Sejenis itulah yang dipelajari oleh BMG. Semua prakiraan ini hukumnya boleh-boleh saja dalam pandangan sya’i.</p>
<p align="justify">Namun perlu diperhatikan dua hal penting berikut; Pertama adalah harus diyakini bahwa prediksi cuaca tersebut tergantung kepada kehendak Allah, karena betapa banyak prakiraan cuaca di berbagai negara dan kota yang meleset dari perkiraannya. Dahulu, diberitakan oleh Ibnul ‘Ammad al-Hanbali dalam Syadzarat Adz-Dzahab 2/199 tentang peristiwa tahun 289 H: “Pada tahun tersebut, manusia shalat Ashar pada hari Arafah dengan pakaian musim panas, kemudian angin bertiup kencang, cuaca menjadi sangat dingin, hingga mereka harus menghangatkan badan dengan api dan airpun menjadi salju”</p>
<p>Hal yang kedua adalah prediksi cuaca seperti ini bukanlah termasuk ilmu ghaib sedikitpun, karena dasarnya adalah penelitian ilmiah seperti yang telah dijelaskan diatas, hasil suatu penelitian kadang benar dan kadang salah. Oleh karena itu, maka tidak boleh bagi seorangpun untuk memastikannya, baik yang memberikan informasi maupun yang menerima informasi. Prakiraan cuaca hanyalah sekedar sebagai prakiraan dan jaga-jaga saja, yang sangat berguna untuk keperluan manusia dalam bidang transportasi, pertanian, perkebunan, nelayan dan sebagainya.</p>
<p>Jadi tidak ada kontradiksi antara fenomena prediksi cuaca dengan ayat Al-Quran yang berbunyi: <em>“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dialah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”</em> (QS Luqman: 34)</p>
<p>Karena prediksi tersebut bukanlah termasuk ilmu ghaib, tetapi diperoleh dari hasil penelitian tentang keadaan cuaca, yang bisa benar dan bisa salah. Dan semua itu tetaplah bergantung kepada keputusan Allah. Oleh karena itu, seseorang dilarang untuk memastikan dalam prediksi dan prakiraan cuaca tersebut.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Fatawa Lajnah Daimah 1/635, Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin 5/271-272, Ahkam Syita’ hal 9-10 oleh Asy-Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufatah.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufatah.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatah.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatah.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatah.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=47&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/syariat-islam-tentang-prediksi-dan-prakiraan-cuaca-bmg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51174ba293f6d48c83acea466f33d723?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abufatah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suburnya Dunia Perdukunan (Paranormal)</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/suburnya-dunia-perdukunan-paranormal/</link>
		<comments>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/suburnya-dunia-perdukunan-paranormal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 07:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Darut Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Landasan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Pondasi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/suburnya-dunia-perdukunan-paranormal/</guid>
		<description><![CDATA[&#8211; Dukun/paranormal semakin laris. Fungsi dan peran mereka yang dulu ditutup &#8211; tutupi kini sengaja dibuka lebar-lebar. Kini mereka berani tampil di muka umum dan pasang iklan di media cetak atau elektronik. Praktik paranormal/dukun kini menjadi profesi. Gejala lari ke dukun, paranormal atau &#8220;orang pintar&#8221; kini semakin mengakar kuat di setiap lini masyarakat. Entah berapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=46&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong></strong><strong> &#8211; </strong><strong>Dukun/paranormal semakin laris. Fungsi dan peran mereka yang dulu ditutup &#8211; tutupi kini sengaja dibuka lebar-lebar. Kini mereka berani tampil di muka umum dan pasang iklan di media cetak atau elektronik. Praktik paranormal/dukun kini menjadi profesi.</p>
<p></strong>Gejala lari ke dukun, paranormal atau &#8220;orang pintar&#8221; kini semakin mengakar kuat di setiap lini masyarakat. Entah berapa banyak pejabat, pengusaha, kalangan profesional, intelektual dan rakyat biasa telah menjadi konsumen atau pelanggan jasa perdukunan. Kondisi ini merupakan lahan subur bagi dunia perdukunan dan paranormal. Mereka kian gencar beriklan tentang kemampuan dan kesaktiannya yang disertai gelar atau nama yang aneh, berbau magis dan terkadang nyeleneh. <strong>Mengapa dunia perdukunan semakin subur? Ironisnya ini terjadi di masyarakat yang mengaku religius dan agamis</strong>.<span id="more-46"></span></p>
<p align="justify"><strong>MARAKNYA DUNIA PERDUKUNAN</p>
<p></strong>Maraknya perdukunan disebabkan, di antaranya:</p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><strong>Lemah iman dan kurangnya pemahaman agama.<br />
</strong>Lemah iman (kurangnya keyakinan bahwa Allah adalah tempat meminta segala keperluan) adalah faktor utama bagi seseorang untuk mencari alternatif lain untuk menyelesaikan permasalahan hidup. <strong>Meminta pertolongan kepada  Allah dengan sabar dan shalat merupakan solusi Islami dan tepat untuk menyelesaikan masalah</strong>. Allah berfirman: &#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.&#8221;</em> (Al-Baqarah: 153)</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Membungkus dunia perdukunan dengan agama.<br />
</strong>&#8220;Kami tak melakukan apa-apa, hanya berdoa kepada Allah, dan atas ridhaNyalah doa kami itu terkabul&#8221;, tutur seorang paranormal di sebuah media. Ungkapan di atas dan semisalnya adalah ucapan klise yang sering keluar dari mulut paranormal/dukun. Mereka berlindung di balik kata &#8220;doa&#8221; dan nama &#8220;Allah&#8221; untuk mengelabui orang dan meyakinkan bahwa kemampuan yang dimilikinya itu adalah pemberian dari Allah dan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Untuk membantah syubhat (kerancuan) ini, perhatikanlah firman Allah: <em>&#8220;Iblis menjawab, &#8216;Demi kekuasaan (izzah) Engkau,aku akan menyesatkan mereka semua-nya&#8217;.&#8221; </em>(Shad: 82).<em><br />
</em><br />
Iblis makhluk yang telah nyata kekafirannya kepada Allah (Al-Baqarah: 24) menggunakan sifat Allah (Al-Izzah) dalam bersumpah. Maka bukan suatu hal aneh jika mereka menggunakan nama  Allah, membaca (potongan) ayat-ayat Al-Qur&#8217;an sebagai mantera. Penggunaan simbol-simbol agama bukan ukuran kebenaran. Bukankah iblis yang menggunakan sifat Allah ketika bersumpah tidak menjadi pembenaran bahwa ia sesungguhnya tidak sesat dan menyesatkan. Selain itu, mereka mengatakan bahwa ilmu yang diberikan berdasar pada agama (Al-Qur&#8217;an). Tapi pada saat yang sama, mereka juga memberikan syarat, azimat dan amalan-amalan yang tidak sesuai dengan Al-Qur&#8217;an atau tidak diajarkan oleh Al-Qur&#8217;an.</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Ajaran Sufisme<br />
</strong>Ajaran Sufisme mempunyai andil dalam memupuk mistikisme. Lipstik agama yang membungkus ritual sufisme banyak mengelabui umat. Cerita-cerita mistik tentang hal-hal ghaib -Allah, malaikat, jin dll- banyak mewarnai ajaran mereka.<br />
<strong> </strong></li>
<li>
<p align="justify"><strong>Animisme, dinamisme, sinkretisme<br />
</strong>Kepercayaan masyarakat yang suka mistik adalah sisa-sisa pengaruh dari ajaran anismisme -kepercayaan kepada roh-roh yang mendiami semua benda-, dinamisme -kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia- kemudian ajaran Hindu (tentang roh dan dewa-dewi). Termasuk budaya sinkretisme yang mencampuradukkan ajaran berbagai agama untuk mencari penyesuaian</li>
</ul>
<p align="justify"><font color="#cccccc"><strong>PERGI KE DUKUN/PARANORMAL<br />
</strong><br />
</font>Allah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, ada di antaranya yang sudah diketahui dan ada pula yang belum. Berobat yang sesuai syari&#8217;at dibolehkan menurut kesepakatan ulama. Tidak dibolehkan mendatangi dukun/paranormal yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib, untuk mengetahui penyakit yang diderita dan atau kebutuhan lainnya.</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiallahu anhu</em>, dari Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em>, beliau bersabda : <strong>&#8220;</strong><em>Barangsiapa datang ke kahin (dukun), dan percaya apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em><strong>&#8220;</strong> (HR. Abu Daud).</p>
<p>Allah berfirman: <strong><em>&#8220;(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.&#8221;</em> (Al-Jin: 26).</p>
<p></strong>Para dukun/paranormal tidak mempunyai &#8220;kelebihan&#8221; melainkan dengan cara berbakti, tunduk, taat dan menyembah jin. Kumkum (berendam) di pertemuan dua sungai, tapa (meditasi) di gua-gua, puasa, menyembelih hewan dengan kriteria tertentu adalah sebagian bentuk dari penyembahan jin. Pengobatan alternatif, pengisian ilmu kesaktian, susuk, azimat, wafak, pengasihan dan lainnya dalam praktiknya banyak menggunakan jin dan setan. Setiap praktik dukun/paranormal yang menggunakan syarat, mahar, perantara dan mantera pantas dicurigai. Lewat syarat itulah, apakah namanya susuk atau azimat, jin masuk dengan cara yang disadari atau tidak disadari.</p>
<p>Pergi ke dukun/paranormal adalah awal dari rentetan kesusahan. Menyelesaikan masalah dengan menambah masalah. Jin dan setan akan terus menanamkan rasa takut, gelisah dan ketergantungan bagi para konsumen dan pengguna jasanya, yang menyebabkan ia tak akan lepas dari pengaruhnya. Syarat-syarat yang beraneka ragam -dari yang tidak rutin atau rutin dikerjakan pada waktu atau tempat tertentu- itulah bukti nyata kekuasaan jin atas konsumennya.</p>
<p>&#8220;<em>Dan bahwasanya ada beberapa orang di antara manusia meminta perlindungan kepada jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka rahaqo.</em>&#8221; (Al-Jin: 6). Arti <em>rahaqo </em>dalam ayat ini menurut Qatadah ialah dosa dan menambah keberanian bagi jin pada manusia. <em>Rahaqo</em> juga berarti ketakutan (Abul Aliyah, Ar-Rabi&#8217;, dan Zaid bin Aslam). Ketika jin tahu manusia minta perlindungan karena takut pada mereka, maka jin menambahkan rasa takut dan gelisah agar manusia semakin tambah takut dan selalu minta perlindungan kepada mereka. (Ibnu Katsir, Tafsirul Qur&#8217;anil Azhim, 4/453).</p>
<p><strong>MENJAUHI DUKUN/PARANORMAL</p>
<p></strong>Kandungan arti surat Al-Falaq dan An-Nas adalah bukti bahwa jin dan setan dapat berbuat jahat terhadap manusia. Juga mengajarkan kita untuk berlindung dan minta pertolongan dari hal-hal tersebut hanya kepada Allah semata. <strong>Tindakan prefentif dengan berdzikir, berdoa sesuai tuntutan agama perlu dilakukan sebelum terjadi</strong>.</p>
<p>Takhayul, sihir dan adu nasib memiliki lahan yang cocok untuk berkembang dan tersebar pada lingkungan-lingkungan dan masyarakat-masyarakat yang lemah di atas manhaj yang tidak bertujuan dan beragama dengan tidak benar. Gelombang sihir, takhayul dan gejala-gejala sosial yang sakit dan ganjil disebabkan oleh jauhnya manusia dari Allah (agamaNya), serta keterikatan dan ambisi mereka terhadap dunia dan kenikmatan-kenikmatan materinya.</p>
<p><strong>Kembali ke agama adalah jalan pertama dan terakhir agar terhindar dari dunia perdukunan yang penuh kesesatan dan kebohongan.</strong></p>
<p align="justify">(Dikutip dari: Risalah tentang Sihir dan Perdukunan oleh Al Imam Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz, dll)</p>
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufatah.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufatah.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatah.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=46&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/18/suburnya-dunia-perdukunan-paranormal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51174ba293f6d48c83acea466f33d723?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abufatah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Ganas yang Melanda Fithrah</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/penyakit-ganas-yang-melanda-fithrah/</link>
		<comments>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/penyakit-ganas-yang-melanda-fithrah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2007 09:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Darut Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Landasan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Pondasi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/penyakit-ganas-yang-melanda-fithrah/</guid>
		<description><![CDATA[&#8211; Pada dasarnya tubuh manusia itu sehat dan bebas dari penyakit. Hanya saja tubuh itu menjadi rentan apabila manusia lengah, tidak menjaga dan merawatnya, sehingga penyakit apa saja bisa menjangkitinya. Demikian pula halnya jiwa manusia. Awal penciptaannya adalah bersih dan suci. Allah mengabarkan hal ini dengan firmanNya : &#8220;Dan ingatlah ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=45&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong></strong><strong> &#8211; </strong><strong>Pada dasarnya tubuh manusia itu sehat dan bebas dari penyakit. Hanya saja tubuh itu menjadi rentan apabila manusia lengah, tidak menjaga dan merawatnya, sehingga penyakit apa saja bisa menjangkitinya.<br />
</strong><br />
Demikian pula halnya jiwa manusia. Awal penciptaannya adalah bersih dan suci. Allah mengabarkan hal ini dengan firmanNya : <em>&#8220;Dan ingatlah ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian dari jiwa mereka (seraya berfirman), &#8216;Bukankah Aku ini Rabbmu?&#8217; Mereka menjawab: &#8216;Betul, kami menjadi saksi&#8217;.&#8221;</em> (Al-A&#8217;raaf: 172).<span id="more-45"></span>Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengilhamkan kepada manusia bahwasanya Allahlah satu-satunya Rabb mereka, tiada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Dan dalam surat Ar-Ruum Allah berfirman, artinya : <em>&#8220;Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu&#8221;.</em> (Ar-Rum : 30)</p>
<p align="justify"><strong>Jadi jelas bahwa manusia terlahir secara fitrah, yakni mentauhidkan Allah. Sebagaimana pula yang disabdakan oleh Rasul <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> : <em>&#8220;Tidak lahir seoarang bayi kecuali dilahirkan  dalam keadaan suci, kemudian kedua orang tuanya  yang menjadikan Yahudi, Nasrani dan Majusi&#8221;</em></strong> <strong>(HR. Al-Bukhari Muslim)</p>
<p></strong>Namun sebagaimana tabiatnya jasad, jiwa manusia demikian rentan terhadap penyakit apabila kemurnian fitrah itu tidak dijaga, lengah dari dzikir kepada Allah, sehingga syetan menjauhkannya dari fitrah tersebut. Dan saat itulah berbagai penyakit jiwa masuk dan mengotori fitrahnya. Syirik adalah salah satu penyakit jiwa yang paling berbahaya. Karena bukan hanya <strong>kehinaan di dunia, tapi keseng-saraan abadi yang akan diperoleh pelakunya di akhirat nanti.</p>
<p>SEBAB-SEBAB SYIRIK<br />
</strong><br />
Ada beberapa hal yang menyeret manusia menuju kepada kesyirikan. Diantaranya:  <strong>Kekaguman dan pengagungan .(I&#8217;jab wa ta&#8217;zhim)</strong><br />
<font color="#000000"><strong><font color="#000000"><font color="#000000"><font color="#000000"><br />
</font></font></font></strong></font>Dalam batas tertentu, kedua hal di atas tidaklah cela, justru dibutuhkan. Sebagaimana kekaguman dan penghormatan seseorang kepada para nabi, orang-orang shalih, dan pemimpin. Namun hal ini akan sangat berbahaya apabila melampaui batas sehingga pada tingkat pengkultusan. Saat itulah seseorang telah masuk pada lingkaran kesyirikan. Karena pengkultusan hanya menjadi hak Allah semata. Dan kesyirikan yang dilakukan kaum Nuh yang mengawali kesyirikan di muka bumi ini juga berangkat dari hal ini.<br />
nbsp;<br />
Kecenderungan pada hal-hal yang inderawi serta lengah akan hal-hal yang tidak bisa diindra (gaib). Manusia difitrahkan untuk mengimani sesuatu yang bila diketahui keberadaannya dengan pendengaran, penglihatan, bisa diraba dan dirasa di samping mengimani hal-hal yang di luar jang-kauan indera dan akalnya.</p>
<p>Jika ia hanya condong pada sesuatu yang tampak saja dengan melengahkan hal-hal yang gaib, sedikit demi sedikit ia akan masuk pada penyimpangan (kesyirikan). Pada tahap awal ia mungkin tidak mengingkari keberadaan Allah. Akan tetapi ia mereka-reka dan mencari-cari suatu bentuk yang lebih konkrit, yang dikhayalkan memiliki sebagian sifat ketuhanan seperti mendatangkan manfaat dan mudharat yang berupa manusia, malaikat, jin, dan patung-patung serta benda-benda lainnya. Mereka menyembahnya di samping menyembah Allah. Allah berfirman, artinya: <em>&#8220;Dan sesunggunya jika engkau (wahai Muhammad)  bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu : &#8220;Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?&#8221; Sudah tentu mereka menjawab: &#8220;Allah&#8221;. Ucapkan (wahai Muhammad): &#8220;Alhamdu-lillah&#8221; (sebagai syukur disebabkan pengakuan mereka yang demikian &#8211; tidak mengingkari Allah), bahkan kebanyakan mereka tidak Mengetahui (hakikat tauhid dan pengertian syirik).&#8221;</em> (Luqman: 25)</p>
<p>Sebagaimana penyakit yang tidak segera diobati, kesesatan inipun meluas, hingga mereka menggambarkan sembahan-sembahan itu sebagai Allah yang memiliki seluruh sifat-sifat ilahiah. Orang-orang Majusi menisbatkan api sebagai tuhan yang bisa menghidupkan dan mematikan, mendatangkan manfaat dan menolak bencana, sementara orang-orang Nasrani mengatakan Isa bin Maryam adalah Allah. <em>&#8220;Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata :&#8221;Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putra Maryam&#8221;.</em> (Al-Maidah: 72). Bahkan Bani Israil lebih dari itu. Mereka mengatakan pada nabinya: <em>&#8220;Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang&#8221;.</em> (Al-Baqarah: 55).</p>
<p>Menuruti hawa nafsu dan syahwat. Nafsu dan syahwat manusia akan selalu menyeru pada penyimpangan. Dan manusia banyak yang tersesat olehnya. Allah berfirman : <em>&#8220;Nampakkah (wahai Muhammad) keburukan keadaan orang yang menjadikan hawa nafsunya: Tuhan yang dipuja lagi ditaati&#8221;? Maka dapatkah engkau menjadi pengawas yang menjaganya jangan sesat?&#8221; </em>(Al-Furqan: 43)</p>
<p><strong>Kesombongan untuk beribadah kepada Allah (Alkibru min &#8216;ibadatillah).</p>
<p></strong>Kesombongan ini diawali dari kesombongan di hadapan manusia yang berlanjut pada kesombongan untuk taat pada Allah.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:<em> &#8220;Tidak akan masuk Surga barangsiapa yang di hatinya ada kesombongan walau hanya seberat biji sawi&#8221;.</em> (HR. Muslim).</p>
<p>Allah menerangkan pada kita melalui kitabNya bahwa kesombongan adalah termasuk hal yang menyebabkan syirik. Sebagaimana kisah Namruz. Allah berfirman, artinya:<br />
<em>&#8220;Tidakkah engkau (pelik) memikirkan  (wahai Muhammad)  tentang orang yang berhujah membantah Nabi Ibrahim (dengan sombongnya) mengenai Tuhanya, karena Allah memberikan orang itu kuasa pemerintahan? Ketika Nabi Ibrahim berkata lagi: &#8220;Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan&#8221;. Nabi Ibrahim berkata lagi: &#8220;Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, oleh karena itu terbitkanlah dia dari barat?&#8221; Maka tercenganglah orang yang kafir itu (lalu diam membisu). Dan ingatlah, Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim&#8221;.</em> (Al-Baqarah : 258)</p>
<p>Kisah kesombongan Fir&#8217;aun yang menolak untuk menyembah Allah bahkan mendakwakan dirinya tuhan, Allah berfirman, artinya: <em>&#8220;Dan Fir&#8217;aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata:&#8221;Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku.&#8221;  (Az-Zukhruf: 51) dan: &#8220;Pergilah kamu kepada Fir&#8217;aun, susungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir&#8217;aun): &#8220;Apakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)&#8221; Dan kamu akan kupimpin ke jalan Rabbmu agar supaya kamu takut kepadaNya. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mu&#8217;jizat yang besar. Tetapi Fir&#8217;aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). maka ia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: &#8220;Akulah Rabbmu yang paling tinggi&#8221;. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.&#8221;</em> (An-Nazi&#8217;at: 17-25)</p>
<p>Adanya orang-orang yang melampaui batas yang menghendaki manusia mentaati dan menghambakan diri pada mereka. Mereka ini dengan kekuasaannya membuat undang-undang yang bertentangan dengan hukum Allah dan memaksa manusia mentaati dan memakainya. Allah berfirman, artinya:<em> &#8220;Tidakkah engkau melihat (dan merasa ajaib) terhadap orang-orang kafir yang telah menukar kesyukuran nikmat Allah dengan kekufuran, dan yang telah menempatkan kaum mereka dalam kebinasaan?&#8221;</em> (Ibrahim : 28)</p>
<p>Itulah  perbuatan-perbuatan yang mengantarkan manusia menuju jurang kesyirikan dengan segala kehinaan dan kedahsyatan balasan yang akan diterima para pelakunya. Allah telah menjanjikan untuk mereka adzab Neraka yang mana panasnya tujuh puluh kali lipat dari api dunia. Dari Jabir <em>Radhiallahu anhu</em> , sesungguhnya Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>  bersabda : <em>&#8220;Barangsiapa menemui Allah dalam keadaan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun maka dia masuk Surga. Dan barangsiapa menemui Allah dengan menyekutukanNya, maka ia masuk Neraka&#8221;.</em> (HR. Muslim).</p>
<p>Semoga Allah berkenan selalu membimbing dan memberikan rahmat-Nya pada kita sehingga kita termasuk orang-orang yang berada pada fitrah yang Allah telah menciptakan manusia menurut firtrah itu.
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufatah.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufatah.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatah.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=45&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/penyakit-ganas-yang-melanda-fithrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51174ba293f6d48c83acea466f33d723?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abufatah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masalah Istiwa&#8217;, Kuburan dan Jimat</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/masalah-istiwa-kuburan-dan-jimat/</link>
		<comments>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/masalah-istiwa-kuburan-dan-jimat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2007 09:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Darut Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Landasan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Pondasi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/masalah-istiwa-kuburan-dan-jimat/</guid>
		<description><![CDATA[&#8211; Telah sampai berita kepada kita bahwa banyak dari manusia yang terjerumus dalam berbagai kesalahan dalam aqidah, dan hal-hal yang mereka anggap sunnah akan tetapi sebenarnya adalah bid&#8217;ah.  Di antaranya adalah pengingkaran istiwa&#8217; (semayam) nya Allah serta ketinggiannya di atas Arsy. Padahal dengan sangat jelas Allah Subhanahu Wa Ta’ala  menerangkan hal tersebut di dalam KitabNya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=44&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong></strong><strong> &#8211; </strong><strong>Telah sampai berita kepada kita bahwa banyak dari manusia yang terjerumus dalam berbagai kesalahan dalam aqidah, dan hal-hal yang mereka anggap sunnah akan tetapi sebenarnya adalah bid&#8217;ah.</strong>  Di antaranya adalah pengingkaran istiwa&#8217; (semayam) nya Allah serta ketinggiannya di atas Arsy. Padahal dengan sangat jelas Allah Subhanahu Wa Ta’ala  menerangkan hal tersebut di dalam KitabNya yang mulia, di mana Dia berfirman: <em>&#8220;Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy.&#8221;</em> (Yunus : 3)<br />
<span id="more-44"></span>Allah sebutkan istiwa&#8217; (semayam) tersebut pada tujuh tempat dalam kitabNya yang agung, di antaranya ayat di atas. Dan tatkala Imam Malik rahimahullah  ditanya tentang hal itu beliau menjawab: &#8220;Istiwa (semayamnya Allah) adalah hal yang sudah jelas, sedang bagaimananya adalah tidak diketahui, iman terhadapnya adalah wajib, dan mempertanyakannya adalah bid&#8217;ah.&#8221;</p>
<p align="justify">Begitulah yang dikatakan ulama salaf lainnya. Sedangkan istiwa&#8217; itu sudah jelas dari segi bahasa Arab, artinya tinggi. Allah telah berfirman, artinya: <em>&#8220;Maka hukum itu milik Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.&#8221;</em> (Al-Mu&#8217;min: 12) <em>&#8220;Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Dia Maha Tinggi dan Maha Agung.&#8221; </em>(Al-Baqarah : 255) <em>KepadaNya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkanNya.&#8221;</em> (Fathir: 10).</p>
<p><strong><u>Pada berbagai ayat, semuanya menunjukkan ketinggian serta jauhnya di atas. Dan sungguh Allah berada di atas Arsy di atas makhluknya.</u></strong> Ini adalah ucapan Ahlus Sunnah Wal Jamaah dari kalangan sahabat Nabi shallallahu alaihi wasalam  dan lainnya. Seyogyanya kita meyakini yang demikian dan saling menasehati dengannya, dan memperingatkan orang-orang yang menyelisihinya.</p>
<p><strong>MASALAH KUBURAN DI MASJID<br />
</strong><br />
Perkara yang lain adalah mendirikan masjid-masjid di atas kubur dan shalat di sana serta membangun kubah-kubah di atas kubur. Ini semua termasuk perantara &#8211; perantara terjadinya syirik. Sungguh Nabi shallallahu alaihi wasalam  telah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani karena perbuatan itu sekaligus memperingatkannya. Sabda beliau : <strong><em>&#8220;Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani. Mereka menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid.&#8221;</em></strong> (Muttafaqun &#8216;alaih).</p>
<p><em>&#8220;Ingatlah, sesungguhnya yang terjadi pada kaum sebelum kamu adalah mereka menjadikan kuburan nabi-nabi dan kubur orang shalih mereka sebagai masjid. Ingatlah, janganlah kamu jadikan kuburan sebagai masjid karena saya melarang hal itu.</em> (Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya dari hadits Jundub)</p>
<p>Dan diriwayatkan oleh Muslim juga dari Jabir bin Abdillah Al-Anshari radhiallahu anhu , ia berkata: <em>&#8220;Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  melarang mengecat kubur, duduk di atasnya, dan membangun bangunan di atasnya.&#8221;</p>
<p></em>Hadits-hadits yang semakna dengan itu masih banyak lagi. Maka seharusnya kaum muslimin waspada terhadapnya dan saling menasihati untuk meninggalkannya, karena Nabi shallallahu alaihi wasalam  memperingatkannya, dan karena hal tersebut termasuk sarana menuju kepada penyekutuan Allah dengan penghuni kubur, berdoa kepadanya, istighatsah padanya, minta tolong kepadanya, serta perbuatan-perbuatan syirik yang lain. Telah jelas bahwa syirik itu dosa terbesar, maka seharusnya waspada terhadap syirik dan hal-hal yang mengantarkan padanya. Sungguh Allah <em>Subhanahu Wa Ta’ala</em> telah memperingatkan hambanya dari syirik yang Dia firmankan dalam berbagai ayatNya, di antaranya, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendakiNya.&#8221; </em> (An-Nisa&#8217;: 48) <em>&#8220;Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.&#8221;</em> (Az-Zumar : 65) <em>&#8220;Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.&#8221;</em> (Al-An&#8217;am : 88).</p>
<p>Ayat-ayat yang menerangkan hal itu jumlahnya masih banyak. Di antara syirik yang besar adalah berdo&#8217;a (memohon) kepada mayit, orang gaib (tidak ada di hadapannya, pen), jin, patung, pohon-pohon, bintang, beristighatsah dan minta tolong kepada mereka agar sembuh dari sakit dan terhindar dari bahaya musuh-musuh. Inilah agama orang-orang musyrik terdahulu dari kalangan kafir Quraisy dan selainnya. Seperti firman Allah tentang mereka, artinya:  <em>&#8220;Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata : &#8220;Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.&#8221;</em> (Yunus : 18). <em>&#8220;Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya. Ingatlah, bahwa kepunyaan Allahlah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): &#8220;Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.&#8221;</em> (Az-Zumar : 2-3).</p>
<p>Masih banyak lagi ayat-ayat semakna dengannya. <strong>Ini menunjukkan bahwa orang orang musyrik dahulu mengetahui bahwa Allah adalah pencipta, pemberi rizki, pemberi manfaat, pemberi mudharat. Mereka menyembah tuhan-tuhan mereka hanyalah supaya tuhan-tuhannya memberi syafaat kepada mereka di sisi Allah dan supaya bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.</p>
<p></strong>Tetapi Allah mengkafirkan mereka karena hal itu, dan mereka dihukumi dengan kekafiran dan kesyirikan, serta memerintahkan nabiNya untuk membunuh orang-orang musyrik sehingga beribadahnya hanya untuk Allah saja, seperti firman Allah, artinya: &#8220;Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah (syirik) lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.&#8221; (Al-Baqarah : 193).</p>
<p>Dan sungguh para ulama telah menulis hal itu dalam kitab-kitabnya dan menjelaskan akan hakikat Islam yang Allah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitabNya. Dan para ulama menjelaskan dalam kitab-kitab mereka tentang sesatnya agama jahiliyah dan aqidah-aqidahnya serta perbuatan mereka yang menyelisihi syari&#8217;at Allah. Para ulama itu seperti Abdullah bin Al Imam Ahmad, Imam Besar Muhammad bin Khuzaimah di dalam kitab Tauhid, Muhammad bin Wadhdhah dan imam-imam yang lain. Alangkah bagusnya apa yang ditulis oleh Syaikh Abdur Rahman bin Hasan bin Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah dalam kitabnya Fathul Majid syarh kitab At-Tauhid tentang masalah tersebut.</p>
<p><strong>KEMUSYRIKAN LAINNYA<br />
</strong><br />
Yang termasuk amalan munkar yang bernafaskan kesyirikan adalah bersumpah atas nama selain Allah seperti sumpah atas nama nabi shallallahu alaihi wasalam , atau manusia yang lain, yang berbau kesyirikan. Nabi shallallahu alaihi wasalam , bersabda: &#8220;Barangsiapa bersumpah dengan nama sesuatu selain Allah, maka sungguh dia telah musyrik.&#8221; (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dari Umar bin Khathab radhiallahu anhu  dengan sanad shahih).  Dan yang termasuk hal-hal haram berbau syirik yang kebanyakan manusia terjerumus di dalamnya adalah menggantungkan jimat dan kekebalan dari tulang atau kerang serta selainnya. Nabi shallallahu alaihi wasalam  telah bersabda: <strong><em>&#8220;Barangsiapa menggantungkan jimat, maka Allah tidak akan mengabulkan keinginannya, dan barangsiapa menggantungkan kerang (rumah siput), maka Allah tidak akan memberi ketenangan pada dirinya, dan barangsiapa menggantungkan jimat, sungguh telah berbuat syirik.&#8221;</em></strong> (HR. Ahmad) .</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya mantra, jimat, jampi-jampi (pelet) adalah syirik.&#8221;</em> (HR. Ahmad, Abu Dawud). Hadits-hadits di atas mencakup kekebalan dan jimat dari Al-Qur&#8217;an dan selainnya, karena Rasul shallallahu alaihi wasalam tidak mengecualikan sedikitpun, sedangkan meng-gantungkan sesuatu dari Al-Qur&#8217;an adalah perantara terjadinya penggantungan selain Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Maka sudah seharusnya hal itu dicegah dalam rangka mencegah jalan menuju syirik, merealisasikan tauhid serta melaksanakan keumuman hadits di atas. Kecuali mantra (ruqyah) yang tidak mengandung syirik, karena Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  mengecualikannya apabila tidak ada syirik di dalamnya. Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  bersabda : <em>&#8220;Tidak apa-apa memantra apabila tidak berbau syirik.&#8221;</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Sungguh Nabi shallallahu alaihi wasalam  telah memantra sebagian sahabatnya. Mantra yang tidak apa-apa karena termasuk sebab-sebab syari&#8217;at itu, apabila berisi bacaan dari Al-Qur&#8217;anul Karim atau Sunnah yang shahihah atau kalimat yang jelas yang tidak bernafaskan kesyirikan dan tidak berlafadzkan kemungkaran.</p>
<p>(Dikutip dari: Kitab Nashihatun Ammatun Lil Muslimin, karya Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufatah.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufatah.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatah.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=44&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/masalah-istiwa-kuburan-dan-jimat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51174ba293f6d48c83acea466f33d723?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abufatah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terjadinya Qiyamat Menurut Islam</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/terjadinya-qiyamat-menurut-islam/</link>
		<comments>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/terjadinya-qiyamat-menurut-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2007 09:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Darut Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Landasan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Pondasi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/terjadinya-qiyamat-menurut-islam/</guid>
		<description><![CDATA[&#8211; Beriman kepada hari qiyamat merupakan unsur pokok keimanan dalam Islam. Tanpa beriman kepada hari qiyamat, iman seseorang tidak akan diterima. Sebagaimana tidak diterima apabila tidak beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan qadha  qadar dariNya. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;&#8230;Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (qiyamat), maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=43&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong></strong><strong> &#8211; </strong>Beriman kepada hari qiyamat merupakan unsur pokok keimanan dalam Islam. <strong>Tanpa beriman kepada hari qiyamat, iman seseorang tidak akan diterima.</strong> Sebagaimana tidak diterima apabila tidak beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan qadha  qadar dariNya.</p>
<p>Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman: <em>&#8220;&#8230;Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (qiyamat), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.&#8221;</em>(An-Nisaa&#8217;:136).<br />
<span id="more-43"></span>Mengenai kepastian adanya Hari Qiyamat itu sendiri Allah menegaskan dalam firman-firmanNya, diantaranya: <em>&#8220;Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-sekali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan , kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.&#8221;</em> (At-Taghabun 64:7).</p>
<p align="justify">Allah subhannahu wa ta&#8217;ala berfirman pula, yang artinya : <em>&#8220;&#8230;serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (qiyamat) tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.&#8221; </em> (As-Syura 42:7) <em>Dan firman Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala yang artinya: &#8220;Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.&#8221;</em> (An-Naml 27:82).</p>
<p>Firman Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala yang artinya : <em>&#8220;Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya&#8217;juj dan Ma&#8217;juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari qiyamat), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.&#8221;</em> (Al-Anbiyaa&#8217;: 96-97).</p>
<p>Firman Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala yang artinya : <em>&#8220;Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah qiyamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung &#8216;Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata : Ambillah, bacalah kitabmu (ini). Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab (perhitungan) terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya sekiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku. (Allah berfirman): Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.&#8221;</em> (Al-Haaqqah 69:13-34).</p>
<p>Masih banyak ayat-ayat lain di dalam Al-Qur&#8217;an yang menegaskan tentang hari qiyamat.</p>
<p><strong>TANDA-TANDA KIAMAT</p>
<p></strong>Adapun tanda-tanda qiyamat, Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> menjelaskan dengan beberapa haditsnya. Diantaranya: <em>&#8220;Sesungguhnya qiyamat itu tidak akan terjadi sebelum adanya sepuluh tanda-tanda qiyamat, yaitu tenggelam di Timur, tenggelam di Barat, tenggelam di Jazirah Arab, adanya asap, datangnya Dajjal, Dabbah (binatang melata yang besar), Ya&#8217;juj dan Ma&#8217;juj, terbit matahari dari sebelah barat, keluar api dari ujung Aden yang menggiring manusia, dan turunnya Nabi Isa.&#8221;</em> (Hadits Riwayat Muslim).</p>
<p>Penjelasan Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> dalam sabdanya yang lain: <em>&#8220;Dajjal datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Kemudian selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara siapapun. Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri Syam (kini Suriah, pen). Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada kebajikan meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya. Bahkan jika seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu mengejarnya dan mematikannya. Maka sisanya tinggal orang-orang jahat seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri wa ahlaamis sibaa&#8217;), mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Dan syetan menjelma pada mereka (manusia) lalu berkata: Maukah kamu mengabulkan? Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu memerintahkan kepada mereka agar menyembah berhala, sedang mereka hidup dalam kesenangan. Kemudian ditiuplah sangkakala. Tapi seorangpun tak akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya. Dan orang yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi untanya. Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia. Kemudian turunlah hujan  seperti hujan gerimis. Maka keluarlah dari situ jasad manusia (dari kubur-kuburnya). Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu. Lalu dikatakan kepada mereka: Wahai manusia, marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena mereka akan diminta tanggung jawabnya. Kemudian dikatakan kepada mereka, pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari berapakah? Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang. Begitulah keadaannya pada hari anak dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari Qiyamat yang menggambarkan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara Qiyamat).&#8221;</em> (Hadits Riwayat Muslim).</p>
<p>Sabda Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> ketika berkhutbah : <em>&#8220;Wahai manusia, bahwasanya kamu nanti akan dihimpun Allah dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat, dalam keadaan kulup (tidak dikhitan). Ingatlah bahwa orang yang mula-mula diberi pakaian adalah Ibrahim AS. Ingatlah bahwa nanti ada di antara umatku yang didudukkan di sebelah kiri. Ketika itu aku berkata: Ya Tuhan, (mereka itu adalah) sahabatku. Lalu Tuhan berkata: Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sesudah kamu (wafat).&#8221;</em> (HR Muslim).</p>
<p><strong>PERTANGGUNG JAWABAN</p>
<p></strong>Mengenai pertanggungan jawab perbuatan, Nabi Muhammad <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda: <em>&#8220;Pada hari Qiyamat, setiap hamba tak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, yaitu tentang umur untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan (kesehatan) badannya untuk apa ia pergunakan.&#8221;</em> (HR Tirmidzi, hadits hasan shahih, dan teks ini menurut riwayat Muslim).</p>
<p>Tentang dahsyatnya keadaan Qiyamat sampai manusia tak ingat pada lainnya, adapun penjelasannya: <em>&#8220;Dari Aisyah , Bahwa ia teringat Neraka lalu menangis, maka Rasulullah ` bertanya: Apa yang menyebabkan engkau menangis? Aisyah menjawab: Aku teringat pada Neraka, hingga aku menangis. Apakah pada hari Qiyamat kamu akan ingat pada keluargamu? Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam : Adapun di tiga tempat, orang tidak teringat pada yang lainnya, yaitu ketika ditimbang amalnya sebelum dia mengetahui berat ringannya amal kebaikannya. Ketika buku catatan amalnya beterbangan sebelum dia mengetahui di mana hinggapnya buku itu, di sebelah kanan, kiri, atau di belakangnya. Dan ketika meniti titian/jembatan (shirath) yang terbentang di punggung neraka Jahannam sebelum dia melaluinya.&#8221;</em> (HR Abu Daud, hadits hasan).</p>
<p><strong>Itulah peristiwa Qiyamat yang wajib kita yakini beserta tanda-tandanya.</strong> Semuanya itu merupakan hal yang ghaib, hanya Allah yang mengetahui, sedang Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em>mengkhabarkan itu dari wahyu Allah. Maka hal-hal yang tak sesuai dengan penjelasan Allah dan RasulNya mesti kita tolak, meskipun datangnya dari orang yang mengaku intelek, pakar, ataupun mengaku telah menyelidiki bertahun-tahun dengan metode yang disebut ilmiah dan canggih. Sebaliknya, kalau itu datang dari Allah dan RasulNya, maka wajib kita imani. Dan beriman kepada Hari Qiyamat itu merupakan halyangtermasuk pokok di dalamIslam seperti tersebut di atas. Mengingkarinya berarti rusak keimanannya.</p>
<p>(Dikutip dari: Minhajul Muslim , oleh Abu Bakr Al-Jazairi)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufatah.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufatah.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatah.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=43&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/terjadinya-qiyamat-menurut-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51174ba293f6d48c83acea466f33d723?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abufatah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ziarah Kubur Syar&#8217;iyah Dan Ziarah Kubur Syirkiyah</title>
		<link>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/ziarah-kubur-syariyah-dan-ziarah-kubur-syirkiyah/</link>
		<comments>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/ziarah-kubur-syariyah-dan-ziarah-kubur-syirkiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2007 09:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abufatah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Darut Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Landasan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Pondasi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhidullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/ziarah-kubur-syariyah-dan-ziarah-kubur-syirkiyah/</guid>
		<description><![CDATA[&#8211; Menziarahi kubur orang Islam itu disyari&#8217;atkan bahkan disunnahkan. Karena Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasalam menziarahi kuburan di Baqi&#8217; (kuburan kaum muslimin di Madinah), dan demikian pula kuburan para syuhada&#8217; perang Uhud. Nabi Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasalam berkata: artinya:&#8220;Semoga keselamatan (dilimpakan) atas kalian wahai penghuni kubur dari orang-orang Mukmin dan Muslim, sedangkan kami insya Allah akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=42&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong> &#8211; </strong><strong>Menziarahi kubur orang Islam itu disyari&#8217;atkan bahkan disunnahkan. Karena Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasalam menziarahi kuburan di Baqi&#8217; (kuburan kaum muslimin di Madinah), dan demikian pula kuburan para syuhada&#8217; perang Uhud.</strong> Nabi Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasalam berkata: artinya:<em>&#8220;Semoga keselamatan (dilimpakan) atas kalian wahai penghuni kubur dari orang-orang Mukmin dan Muslim, sedangkan kami insya Allah akan menyusul kalian, kami mohon kepada Allah (semoga) untuk kami dan kalian (diberi) afiat. &#8220;</em> (Hadits dikeluarkan oleh Muslim 975 dari Buraidah).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-42"></span>Pada mulanya dulu Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasalam melarang ziarah kubur, kemudian beliau memboleh kannya dengan sabdanya: artinya: <em>&#8220;Dahulu saya telah melarang kalian ziarah kubur, maka (kini) ziarahlah kalian padanya karena sesungguhnya itu mengingatkan kematian.&#8221;</em> (HR Muslim 977, At-Tirmidzi 1054, At-Thayalisi 807, Ibnu Hibban 3168, Al-Hakim 12/375, Abu Daud 3235, dan Ahmad 5/359). Dan dalam riwayat yang lain: artinya: <em>&#8220;..maka (kini) ziarahlah kalian padanya karena sesungguhnya (ziarah kubur) itu menzuhudkan (menjauhkan diri dari kecintaan) terhadap dunia dan mengingatkan akhirat.&#8221;</em> (HR Ibnu Majah dalam sunannya, nomor 1571). Hadits-hadits tentang ziarah kubur itu diriwayatkan dalam kitab Shahihain Al-Bukhari dan Muslim, Sunan At-Tirmidzi dan lainnya. Kese-luruhan hadits-hadits tersebut ada di kitab Misykatul Mashabih 1/154.</p>
<p><strong>MACAM-MACAM ZIARAH KUBUR</strong></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><strong>Ziarah kubur yang Syar&#8217;iyah<br />
</strong>Ziarah kubur yang disyari&#8217;atkan dalam Islam adalah berziarah ke kubur Muslimin, dan mengucapkan salam atas mereka, mendo&#8217;akan untuk mereka agar diberi ampunan dan maghfirah, sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits. Dan hendaklah kamu mengambil pelajaran (i&#8217;tibar) dengan keadaan mereka dahulunya bahwa mereka dulu begini dan begitu, mereka adalah nabi -nabi, wali-wali, orang-orang shalih, raja-raja, umara&#8217; (pemimpin pemerintahan) dan orang-orang kaya. Mereka telah mati, telah dipendam, telah menjadi tanah, dan mereka telah menjumpai apa yang telah mereka perbuat baik berupa kebaikan atau keburukan.</p>
<p>Jadi, ziarah kubur itu tidak untuk mengambil pelajaran dan menebalkan sikap meterialistis yang  memen tingkan kehidupan dunia ini. Karena kehidupan di dunia ini adalah tipuan dan tidak kekal, sedangkan kita semua akan mati dan akan dikubur. Maka sebaiknya kita tidak tertipu oleh gebyar dan kesenangan dunia. Inilah hakikat ziarah kubur yang syar&#8217;i itu.</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Ziarah kubur yang syirkiyah<br />
</strong>Adapun ziarah kubur yang syirkiyah atau menyekutukan Allah dan sangat dilarang dalam Islam adalah apabila peziarah menciumi kuburan, atau sujud di atasnya, atau mengusap-usapnya, atau memanggil -manggil penghuninya, atau minta pertolongan padanya (istighatsah dengan kubur), atau minta keselamatan (istinjad) padanya, atau bernadzar (misalnya kalau sukses usahanya maka akan mengadakan penyembelihan) untuk kubur, atau menyangka/meyakini bahwa (mayit) yang dikubur itu bisa memberi manfaat atau mudharat padanya.</p>
<p>Ziarah kubur yang model ini adalah bertentangan dengan hikmah disyari&#8217;atkannya ziarah kubur itu sendiri. Bahkan itu adalah kenyataan yang dulunya diperbuat oleh ahli jahiliyah. Oleh karena itu dulu Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasalam melarang ziarah kubur.</li>
</ul>
<p align="justify"><strong>MENJAUHI SYIRIK ITU MUTLAK</p>
<p></strong>Allah memerintahkan semua manusia agar memurnikan ibadahnya hanya untuk Allah, sedang Dia menciptakan seluruh manusia hanyalah untuk beribadah kepadaNya dengan ikhlas. Sebagaimana Allah firmankan, artinya: <em>&#8220;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyem bahKu.&#8221;</em> (Adz-Dzaariyaat/ 51:56).</p>
<p>Ketahuilah bahwa ibadah itu tidak sah kecuali bersama tauhid (mengesakan Allah . Sebagaimana shalat itu tidak sah kecuali beserta thaharah (suci) dan wudhu&#8217;. Maka apabila kemusyrikan masuk ke dalam ibadah pasti rusaklah ibadah itu, seperti halnya hadats apabila masuk ke dalam wudhu&#8217; maka rusaklah wudhu&#8217;nya. Syirik itu jika mencampuri ibadah maka merusak ibadah , dan menghapus pahala ketaatan, hingga pelakunya termasuk penghuni neraka yang kekal di dalamnya.</p>
<p>Ketahuilah bahwa di antara hal-hal penting yang wajib diketahui adalah: mengetahui syirik. Siapa yang tidak tahu syirik boleh jadi dia terjatuh di dalam kemusyrikan, sedangkan dia tidak tahu! Allah Ta&#8217;ala berfirman, artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendakiNya.&#8221;</em> (QS An-Nisaa&#8217;: 48, 116).</p>
<p>Dalam ayat tersebut Allah Ta&#8217;ala menjelaskan bahwa Dia tidak mengampuni hamba yang mati dalam keadaan musyrik. Dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi hambaNya yang Ia kehendaki.<br />
Ayat di atas menunjukkan bahwa syirik adalah sebesar-besar dosa. Karena Allah menjelaskan bahwa Dia tidak mengampuni dosa syirik bagi orang yang belum bertobat (sebelum kematiannya). Sedangkan dosa selain syirik maka ada di bawah kehendak Allah, jika Dia berkehendak, maka Dia akan mengampuni, dan jika Dia berkehendak, Dia akan menyiksanya karena dosanya itu. Dengan demikian wajib bagi setiap hamba untuk takut pada kemusyrikan yang merupakan dosa terbesar itu.</p>
<p>Wajib sama sekali atas setiap Muslim mengetahui dan menghindari syirik itu. Untuk mengetahuinya di antaranya hendaklah dibaca risalah Al-Ushuuluts Tsalaatsah (sudah diterjemahkan dengan penjelasannya, berjudul Penjelasan Kitab 3 Landasan Utama), dan Kitab Tauhid karangan Syaikh Muhammad At-Tamimi (keduanya diterbitkan oleh Darul Haq).</p>
<p>Dalam buku itu disebutkan firman Allah, artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya barangsiapa menyekutukan Allah maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya adalah neraka, dan tidak ada seorang pun penolong bagi orang-orang yang dhalim.&#8221;</em> (QS Al-Maidah: 72).</p>
<p>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasalam bersabda: <em>&#8220;Dosa terbesar adalah engkau menjadikan tandingan (sekutu) bagi Allah sedangkan Dia lah yang menciptakanmu.&#8221;</em> (HR Al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Syaikh Muhammad Al-Utsaimin menjeaskan firman Allah yang artinya: <em>&#8220;Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatu pun.&#8221;</em> (An-Nisaa&#8217;: 36). Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar manusia beribadah kepadaNya serta melarang berbuat syirik. Dan ini mengandung pengertian bahwa penyembahan itu hanyalah milik Allah semata.</p>
<p><strong>Barangsiapa tidak menyembah Allah maka dia kafir dan sombong.<br />
Barangsiapa menyembah Allah tetapi juga menyembah selainNya, maka dia kafir dan musyrik.<br />
Barangsiapa menyembah Allah saja, maka dia orang Muslim yang sesungguhnya.</p>
<p>Syirik ada dua macam: besar dan kecil.</p>
<p>Syirik besar</strong> yaitu menyekutukan Allah dengan selainNya yang menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam. Lebih jelasnya, syirik akbar (besar) yaitu menjadikan tandingan atau sekutu terhadap Allah dalam hal beribadah, berdoa, atau mengharapkan, atau takut, atau cinta, dalam memperlakukan tandingan itu seperti memperlakukannya kepada Allah. Atau memperlakukan tandingan itu dengan perlakuan jenis ibadah. Itulah syirik yang Allah haramkan atas pelakunya untuk masuk surga, sedang tempatnya adalah neraka.</p>
<p><strong>Syirik kecil adalah</strong> setiap pekerjaan: ucapan atau tindakan yang dinyatakan oleh syara&#8217; bahwa termasuk perbuatan syirik, namun tidak menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam. Lebih jelasnya, syirik ashghar (kecil) adalah seluruh perkataan dan perbuatan yang menjadi perantara kepada syirik besar, seperti bersumpah dengan selain Allah, riya&#8217; , beramal tidak ikhlas karena Allah. Riya&#8217; yaitu menampak-nampakkan (pamer) kebaikan agar dipuji orang. Nabi n mengungkapkan kekhawa-tirannya terhadap sahabatnya akan adanya riya&#8217; pada mereka, karena riya&#8217; itu paling banyak dan disenangi oleh jiwa manusia dan paling mudah dilakukan. Kalau sahabat yang imannya sangat tebal saja diperingatkan dengan kekhawatiran Nabi n akan adanya syirik kecil (riya&#8217;) itu pada mereka, maka umat Islam hendaknya lebih khawatir adanya syirik besar dan kecil karena lemahnya iman. Sedangkan berziarah kubur yang sampai memberlakukan kuburan sebagai jenis yang diibadahi dan dimintai tolong itu jelas satu jenis kemusyrikan. Maka apakah tidak pantas untuk dikhawatiri.</p>
<p>Syirik yang kecil (ashghar) pun sangat ditekankan untuk dihindari, apalagi syirik besar (akbar). Maka perbuatan yang menjurus kepada kemusyrikan wajib dihindari. Demikian pula ziarah kubur yang menjurus kepada kemusyrikan, wajib pula dihindari. Ketegasan Nabi n yang pernah melarang ziarah kubur itu kaitannya adalah dengan dosa yang paling besar yakni syirik. Selama seseorang belum bisa membersihkan dirinya dari kemusyrikan dalam hal ziarah kubur, maka larangan berziarah kubur tetap berlaku pada orang itu. Dan dia baru tidak dilarang bila memang sudah jelas ziarah kuburnya itu tanpa tercampuri kemusyrikan sedikitpun.</p>
<p>(Rujukan: Ajwibah al masaail atstsamaan fis sunnah wal bid&#8217;ah walkufr wal iimaan, oleh Al-&#8217;allamah as-syaikh Muhammad Sulthan Al-Ma&#8217;shumi; Penjelasan Kitab Tiga Landasan Utama, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Kitab Tauhid oleh Syaikh Muhammad At Tamimi, Al-Jami&#8217; Al-Farid lil as-ilah wal ajwibah &#8216;ala kitab at Tauhid, oleh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al Jarullah)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.arsipmoslem.wordpress.com/">Arsip Moslem Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abufatah.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abufatah.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abufatah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abufatah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abufatah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abufatah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abufatah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abufatah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abufatah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abufatah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abufatah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abufatah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abufatah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abufatah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abufatah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abufatah.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abufatah.wordpress.com&amp;blog=1384936&amp;post=42&amp;subd=abufatah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abufatah.wordpress.com/2007/07/17/ziarah-kubur-syariyah-dan-ziarah-kubur-syirkiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/51174ba293f6d48c83acea466f33d723?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abufatah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
