jump to navigation

Shalat jenasah dikuburan Juli 19, 2007

Posted by abufatah in Al-Atsary, As-Salaf, As-Salafi, As-Salafy, As-Sunnah, Darus Salaf, Darus Salafi, Darus Salafy, Darus Sunnah, Kajian Salaf, Kajian Salafy, Manhaj Salaf, Manhaj Salafi, Manhaj Salafy, Ngaji Fiqih, Ngaji Salaf, Ngaji Salafy, NgajiSalaf.Net, Salaf, Salaf Indonesia, Salaf Online, Salafi, Salafi Indonesia, Salafi Online, Salafiyun, Salafy, Salafy Indonesia, Salafy Online, Salafyon, Sunnah, Sunni.
trackback

Segala puji hanya untuk Allah Azza wa Jalla. kita memujinya, dan mememohon pertolongan kepadanya dan memohon ampunan kepadanya. kami beraksi tidak ada Sesembahan yang haq disembah selain Allah, dan Muhammad shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah benar-benar utusannya. shalawat serta salam semoga selalu tercurahan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, Shahabatnya dan para pengikutnya hingga hari kiamat.
Allah berfirman Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah dengan sebenar-benarnya Taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan islam.

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan adalah bid”ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap keseatan tempatnya di neraka.

Bid”ah adalah perkara yang sangat besar dalam agama ini sampai-sampai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam berbuat sesuatu ibadah agar tidak masuk ke dalam jurang kebid’ahan. karena sungguh syaithan lebih menyenangi kebid’ahan dari pada dosa besar sekalipun. karena orang yang berbuat dosa besar mengetahui kalau dia melakukan dosa besar dan sangat mungkin dia setelah melakukannya kemudian bertobat. akan tetapi orang yang berbuat bid’ah akan menganggap hal dilakukannya ialah berasal dari agama dan sulit sekali bila ia tidak disadarkan untuk kembali kepada kebenaran dan meninggalkan bid’ah tersebut.

Menanggapi pernyataan dari al-akh saguh (di buku tamu) bahwasannya antum telah menganggap shalat dikuburan adalah bid’ah. dan itu adalah benar adanya banyak sekali hadits-hadits yang melarang kita untuk melakukan shalat yang dikuburan. akan tetapi yang dimaksud diperbolehkannya shalat dikuburan apabila seseorang belum menyolatkan mayit dan dia berkeinginan untuk menyolatkannya. dan shalat yang dilakukannya ialah shalat jenasah, bukan shalat sunat lainnya.yaitu shalat yang hanya dilakukan dengan 4 takbir tanpa ruku’ dan tanpa sujud.

Kami bawakan beberapa hadits yang insya Allah bisa menjadi dasar atas tulisan ini

pertama : dari ibnu Abbas Radiallahu ‘anhu katanya Ada seseorang meninggal, yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengunjunginya waktu ia sakit. Dia meninggal malam hari, dan dikuburkan malam hari itu juga. tatkala hari telah subuh, mereka (para shahabat) mengabarkan pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Rasulullah bertanya,mengapa tidak diberitahukan kepadaku sebelum ini? jawab mereka kami tidak suka memberitahukannya, karena hari sudah malam dan gelap, kami khawatir akan menyulitkanmu (rasulullah). lalu beliau pergi kekuburnya dan shalat atas orang yang meninggal itu(Shahih HR. Bukhari dalam shahihnya jilid 2 bab jenasah hadits no. 654).

kedua : Dari Abdullah ibnu Abbas r.a. berkata,Rasulullah lewat dekat kuburan yang baru semalam dikuburkan. lalu beliau bertanya : kapan mayat ini dikuburkan.? jawab mereka :semalam. beliau berkata mengapa tidak diberitahukan kepadaku? jawab mereka kami kuburkan dia tengah malam, hari sangat gelap. karena itu kami tidak mau membangukanmu. nabi shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdiri dan kami berbaris dibelakangnya untukl shalat. kata ibnu Abbas dan aku bersama mereka dan sholat bersama mereka. (HR bukhari dalam kitab shahihnya juz 2 bab jenasah no. 688).

ketiga : dari abu Hurairah r.a. tentang kisah seorang wanita yang pekerjaanya menyapu mesjid, lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menanyakannya dan dijawab oleh mereka semua dia telah emninggal dunia, kemudian beliau bersabda Kenapa kalian tidak memberitahukannya kepadaku? seolah-olah dianggap remeh oleh mereka tentang masalah ini.lalu sabdanya coba kalian tunjukkan kuburnya kepadaku! maka segeralah mereka menunjukkannya dan beliau mensholatinya.(bulughul maram bab tentang jenasah hadits no. 577). muslim dalam tambahannya :….lalu beliau bersabda Kubur ini semula penuh kegelapan bagi penghuninya, tapi berubah, diterangi oleh Allah berkat shalatku untuk mereka.(HR.Bukhari,muslim,abu daud,ibnu majah, al-baihaqi, ath-thayalusi dan ahmad)

dan masih ada beberapa hadits lagi yang menjelaskan tentang hal shalat jenasah dikuburan ini. silahkan dilihat pada tuntunan lengkap mengurus jenasah bab perihal shalat jenasah oleh Syaikh Albani. halaman 92-95.
dan syaikh albani memberikan keterangan Semestinya mayat dishalati sebelum dikubur, atau bila sebagian menshalati sedang sebagian yang lain belum menshalatinya, maka menshalatinya setelah dikubur. Akan tetapi dengan persyaratan sang imam tidak termasuk kelompok yang telah menshalati sebelum dikubur.

sekian. mudah-mudahan ini dapat menjawab pernyataan dari al-akh saguh. yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datangnya dari syaithan dan karena kejahilan kami tentang ilmu. dan kami memohon ampunan kepada Allah Azza wa Jalla.
Allahu A’lam

Maraji’
1. Shahih bukhari jilid 2 bab jenasah al-Imam Al-Bukahri
2. Bulughul maram bab jenasah al-Imam Ibnu Hajar al-Ashqolani
3. Tuntunan lengkap mengurus jenasah Al-Imam Al-Albani

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: